Friday, October 28, 2011

Jangan Kahwin Dengan 6 Jenis Perempuan Ini :

Jangan Kahwin Dengan 6 Jenis Perempuan Ini :
Jika nak cari isteri, carilah isteri yang beragama dan berakhlak. Dan jangan berkahwin dengan 6 golongan wanita yang mempunyai sifat-sifat di bawah :

1. Al-Ananah
Wanita yang banyak mengeluh. Contohnya, apa saja yang diberi, tidak pernah mencukupi. Bagi kereta tak cukup, rumah tak cukup dan barang kemas menimbun pun still tak cukup.

2. Al-Mananah
Perempuan yang banyak mengungkit pada suaminya. Contohnya, "Selama ni, duit belanja anak-anak, saya yang bagi". "Mesin basuh tu beli pakai duit saya!"

3. Al-Hunanah
Perempuan yang ingin kepada suami yang lain. Contohnya, dia berkenan bila tengok lelaki lain dan inginkannya.

4. Al-Hudaqah
Perempuan yang gemar terhadap sesuatu lalu memaksa suaminya melakukannya.
Contoh, jika dia nak kereta baru, dia paksa suaminya belikan walau apa cara sekalipun.

5. Al-Buraqah
Perempuan yang sibuk bersolek tanpa mempedulikan amalan-amalan yang lain.
Contohnya, asyik mekap, mengilat kuku, sapu losyen sampai tak solat, tak buat kerja rumah dan tidak mempedulikan suami.

6. Al-Salaqah
Wanita yang banyak bercakap. Asyik nak berleter saja 24 jam. Sikit-sikit nak memekak. Dahla cakap kuat macam duduk sebatu.
~LB~

7 comments:

  1. Sebetulnya walau sibuk dg dunia akan tetap sejuk bila hati kita yakin bhw hny Allah yg membagikan dan menjamin rizki kita..

    ReplyDelete
  2. Alangkah nikmatnya hidup orang-orang yang mendapatkan cahaya Allah, ia menjadi penerang di gelapnya kehidupan, hadirnya membawa kehangatan dan kepergiannya dirindukan. Mereka bisa saja tidak mendapatkan banyak rezeki, tapi kebahagiaan tidak memandang kekayaan, keberkahanlah yang membuat hidup terasa indah.

    Hanya orang yang mendapat cahaya Allah yang mendaoatkan kebahagiaan hakiki, kebahagiaan yang tidak dibuat-buat, kebahagiaan yang tidak mudah hilang. Rezeki Allah bertebaran di muka bumi, yang setiap orang bisa mendapatkannya asal mau berusaha, namun cahaya Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang ingin diberi-Nya.

    Yaitu orang-orang yang senantiasa mendekat kepadanya, dengan cinta, harap dan takut. Terus beribadah, baik yang redha maupun ibadah sosial, dan tentunya selalu berusaha sekuat tenaga menjauhi larangan-larangannya.

    Salah satu makna keberkahan ini bisa kita lihat dengan mudah pada kisah seorang pengusaha kaya raya yang mempunyai banyak rumah mewah dan tentunya tempat tidur yang nyaman. namun ditengah malam ia bukannya tidur menikmati tilam empukbnya, melainkan masih berkeliaran ditengah kota, memikirkan nasib perusahaan-perusahaannya yang nyaris bangkraf, ia kuatir, pemikirkannya, dan tidak bisa tidur.

    Sampai ia melihat seorang pengkaki lima yang tidur dengan nyenyak di sebuah perhentian bas, nyaman sekali, seolah hentian bas itu tersebut telah berubah menjadi padang kapas nan lembut. Ia lalu berkata “Alangkah bahagianya pengkaki lima itu, ia bisa tidur dengan nikmatnya sedangkan aku untuk tidur saja tidak bisa”.

    Cahaya Allah, yang berwujud keberkahan dalam kehidupan kita, itulah yang sejatinya harus kita kejar. Bukankah semua orang ingin bahagia? Maka kejarlah cahaya tersebut!

    ReplyDelete
  3. ‎"Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih takwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu)" (Surah Al-Hujurat ayat 13)

    ReplyDelete
  4. Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Allah s.w.t. berfirman: 'Wahai anak Adam! Luangkanlah dirimu untuk beribadat; nescaya aku akan penuhkan dadamu dengan kecukupan, dan Aku menutup kefakiran kamu. Jika kamu tidak melakukannya nescaya Aku membuatkan diri kamu sentiasa dalam keresahan dan Aku tidak menutup kefakiran kamu.'" (Riwayat al-Tirmizi)

    ReplyDelete
  5. Jangan buat keputusan ketika marah.
    Dan jangan buat janji ketika gembira.

    ReplyDelete
  6. be thankful for what you have,
    know what is important,
    cherish every blessing,
    do not take for granted things that really matters most..

    ReplyDelete
  7. Life can only be understood backwards, but must be lived forwards. When you fall, don't see the place where you fell, instead see the place from where you slipped. Life is about correcting mistakes..

    ReplyDelete