Thursday, September 27, 2012
Guru Oh Guru
MAAFKAN CIKGU
Saya sangat mengkagumi kerjaya sebagai guru sekolah. Sebuah kisah yang saya paparkan ini saya ulangi dari kisah benar seorang guru beberapa tahun yang lalu.
Ceritanya:
Saya mengajar di sekolah rendah di tengah2 bandaraya Kuala Lumpur. Saya mengajar sesi petang. Salah seorang murid saya setiap hari datang lambat ke sekolah. Kasut dan bajunya selalu kotor. Setiap kali saya bertanya tentang baju dan kasutnya dia hanya berdiam diri.
Saya masih bersabar dengan keadaan pakainnya, tetapi kesabaran saya tercabar dengan sikapnya yang setiap hari datang lambat. Pada mulanya saya hanya memberi nasihat. Dia hanya menundukkan kepala tanpa berkata2 kecuali anggukkan yang seolah2 dipaksa. Kali kedua saya memberi amaran, dia masih juga mengangguk tetapi masih juga datang lambat keesokannya. Kali ketiga saya terpaksa menjalankan janji saya untuk memukulnya kalau masih lambat. Anehnya dia hanya menyerahkan punggungnya untuk dirotan . Airmata saja yang jatuh tanpa sepatah kata dari mulutnya.
Keesokan harinya dia masih juga lambat, dan saya memukulnya lagi. Namun ia masih tetap datang kesekolah dan masih tetap lambat.
Suatu hari saya bercadang untuk mengintipnya ke rumahnya. Setelah mendapatkan alamatnya, saya meneruskan niat saya. Dia tinggal di sebuah kawasan setinggan tidak berapa jauh dari sekolah. Keadaan rumahnya sangat daif. Saya nampak murid saya itu sedang berdiri di depan rumahnya dalam keadaan gelisah. Seorang wanita yang mungkin ibunya juga kelihatan gelisah.
Lebih kurang pukul 1.30 seorang anak lelaki sedang berlari2 sekuat hati menuju ke rumah itu. Sambil berlari dia membuka baju sekolahnya. Sampai di depan rumah baju dan kasutnya diserahkan pula kepada murid saya yang terus bergegas memakainya. Sebelum pakaian sekolah sempurna dipakai, dia sudah berlari ke arah sekolah.
Saya kembali ke sekolah dengan penuh penyesalan. Saya memanggil anak itu sambil menahan airmata yang mula tergenang.
“Maafkan cikgu. Tadi cikgu pergi ke rumah kamu dan memerhatikan kamu dari jauh. Siapa yang berlari memberikan kamu baju tadi?”
Dia terkejut dan wajahnya berubah.
“Itu abang saya. Kami kongsi baju dan kasut sebab tak ada baju lain. Itu saja baju dan kasut yang ada. Maafkan saya, cikgu.” Jawabnya
“Kenapa kamu tak beritahu cikgu dan kenapa kamu biarkan saja cikgu pukul kamu?”
” Mak pesan, jangan meminta2 pada orang, jangan ceritakan kemiskinan kita pada orang. Kalau cikgu nak pukul serahkan saja punggung kamu.”
Sambil menahan airmata yang mula berguguran saya memeluk anak itu, “Maafkan cikgu, …….”
Kejadian itu cukup menginsafkan saya. Selepas itu saya cuba membantunya setakat yang mampu.
Cerita2 begini membantu melembutkan hati yang keras. Kata seorang guru, sekiranya hati kita mula keras lembutkanlah dengan perkara2 berikut;
i. Solat sunat
ii. puasa sunat
iii. berzikir
iv. bersedekah
v. mengusap rambut anak yatim
vi. mendengar cerita2 kesusahan orang lain
vii. membantu orang susah
Wednesday, September 26, 2012
Calon Suamiku
"CARILAH CALON SUAMI YAMG TAMPAN AKHLAKNYA"
Jangan mencari calon suami yang tampan wajahnya.
Jangan mencari calon suami yang banyak hartanya.
Jangan pula mencari calon suami yang selalu diperebutkan para wanita.
Akan tetapi carilah seorang calon suami yang benar-benar halus tutur katanya.
Yang begitu mulia budi pekerti dan tampan akhlaknya.
Yang bisa memuliakan kaum wanita.
Yang benar-benar telah siap menjadi pemimpinmu.
Yang dapat membimbingmu untuk semakin dekat kepada-Nya.
Yang dapat menuntunmu ke jalan yang diridhai-Nya.
Yang bisa mengingatkanmu ketika engkau telah lalai dalam melaksanakan dan menjalankan kewajiban-Nya.
Yang bisa menyadarkanmu ketika engkau telah berbuat khilaf.
Yang bisa meluruskan kesalahanmu dengan penuh kelembutan.
Yang bisa menegumu ketika engkau telah berpaling pada tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya.
Yang bisa memaafkanmu dengan penuh keikhlasan jika engkau telah telah menjadi seorang isteri yang kufur.
Ketika engkau salah bukannya dia marah.
Ketika engkau khilaf bukannya dia memvonis.
Ketika engkau kufur bukannya dia meninggalkan.
Tapi sebaliknya,
Dia pantang menyerah untuk selalu membimbingmu.
Menuntunmu.
Mengajarimu.
Untuk kembali ke jalan yang benar.
Semoga Bermanfaat.
Salam Santun ► Delima
Tidur
TIDUR
Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian tidur, maka syaitan mengikat tiga ikatan di atas kepalanya. Setiap ikatan diikat dengan berkata ‘Malam masih panjang, tidurlah’.
(a). Jika ia bangun lalu berzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan.
(b). Jika ia berwudhuk, maka lepaslah ikatan yang lainnya dan
(c). Jika ia mengerjakan solat maka lepaslah semua ikatannya (ikatan syaitan itu).
Sehingga pada pagi harinya (apabila bangun dari tidur) ia berjiwa lapang dan bersemangat. Sedangkan jika ia tidak melakukan hal tersebut (bangun malam lalu berzikir, berwudhuk dan solat) maka pada pagi harinya, jiwanya akan buruk dan malas.” [1606]
Subscribe to:
Comments (Atom)